Tampilkan postingan dengan label modal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modal. Tampilkan semua postingan
Selasa, 17 Desember 2013
Wirausaha Masih Sulit Dapat Modal
"Entrpreneur butuh modal, namun seringkali masih sulit untuk memperoleh, terutama bagi pemula," kata Mari usai menutup acara Innovative Leaders Forum (ILF) 4 bertema Creative Entrepreunership di Tengah Badai di Hotel Le Meridien, Jakarta. "Karena itu, sekarang sudah berkembang modal ventura untuk para pemula."
Menjadi seorang entrepreneur, menurut Mari, membutuhkan sedikitnya tiga hal. Selain modal, juga harus mempunyai strategi pasar dan teknologi. "Ide yang baik saja tidak cukup, tantangannya bagaimana mengembangkan ide itu menjadi produk dan ada pasarnya," ujarnya.
Selanjutnya, setelah menemukan pasar, entrepreneur juga harus menjawab tantangan bagaimana memperbaiki kemasan atau desain sesuai dengan karakteristik segmen pasar.
Untuk mengembangkan entrepreneurship, kata Mari, pemerintah akan memberi kesempatan, menciptakan iklim yang kondusif, dan memberi pelatihan. "Termasuk membantu mereka untuk bisa mengidentifikasi apakah yang diproduksi ada pasarnya," ujarnya.
Beberapa sektor, menurutnya, masih memungkinkan untuk dikembangkan wirausaha-wirausaha baru. Di antaranya, industri makanan minuman dan kerajinan. "Beberapa industri kreatif lainnya juga berpotensi, seperti fashion dan musik," katanya.
Sumber : vivanews.com
Sabtu, 09 November 2013
Cara Mendapatkan Modal Untuk Usaha
Cara Mendapatkan
Mendapatkan Modal
Modal Untuk Usaha
Cara Mendapatkan Modal Untuk Usaha
Modal usaha merupakan salah satu hal penting dalam menjalankan usaha sendiri, walaupun memang kreativitas dan kemauan adalah hal yang terpenting. Mendirikan sebuah usaha yang mampu memberikan keuntungan berlimpah lebih tidak mudah lagi.
Tentunya untuk mengawali semua itu, Anda perlu modal yang cukup atau perlu yang besar agar usaha Anda bisa jalan. Bagaimana mendapatkan modal usaha, ini dia tipsnya:
Cairkan Dana Sendiri
Cara ini tentunya yang paling mudah dalam memperoleh modal usaha. Anda bisa mencairkan tabungan, deposito, reksadana, saham atau bahkan emas anda untuk modal usaha ini. Namun yang terpenting adalah dengan memisahkannya dengan pengeluaran pribadi agar tidak mengganggu kondisi finansial keluarga.
Meminjam ke Bank
Tentunya untuk mengawali semua itu, Anda perlu modal yang cukup atau perlu yang besar agar usaha Anda bisa jalan. Bagaimana mendapatkan modal usaha, ini dia tipsnya:
Cairkan Dana Sendiri
Cara ini tentunya yang paling mudah dalam memperoleh modal usaha. Anda bisa mencairkan tabungan, deposito, reksadana, saham atau bahkan emas anda untuk modal usaha ini. Namun yang terpenting adalah dengan memisahkannya dengan pengeluaran pribadi agar tidak mengganggu kondisi finansial keluarga.
Meminjam ke Bank
Biasanya di bank, ini dinamakan microfinancing. Jangan gegabah dalam menentukan pinjaman ke bank dan tergiur hanya dengan bunga kecil dan kemudahan proses saja. Pilih bank yang memiliki kredibilitas, kemudahan, dan bunga kompetitif.
Meminjam ke Kantor atau Koperasi
Jika anda seorang pebisnis namun masih berstatus karyawan, anda bisa coba memanfaatkan pinjaman kantor atau koperasi karyawan untuk memulai usaha karena biasanya kantor memberlakukan bunga yang cukup rendah atau bahkan tanpa bunga sama sekali.
Menjalin Kerjasama
Cara ini merupakan cara yang paling diminati oleh pebisnis karena modal usaha yang didapatkan bukan berasal dari kantong sendiri. Anda bisa mencari investor atau bekerja sama dengan teman atau kerabat. Berikan keterangan jelas mengenai pembagian keuntungan nantinya dan ini haruslah dibuat perjanjian hitam di atas putih.
Selasa, 29 Oktober 2013
tips agar proposal pinjaman modal disetujui bank
Pasti akan kecewa ketika kita pinjem modal ke suatu bank ternyata proposal yang jauh-jauh hari kita buat ternyata ditolak dengan alasan yang tidak kita mengerti. Ada beberapa pertimbangan dari pihak bank mengapa ajuan kita tidak di "ACC". Namun pihak bank pasti sudah punya standar baku tersendiri. Mana proposal yang disetujui dan mana proposal yang ditolak.
Bagi perbankan dan jasa keuangan lainnya, nasabah yang akan mengajukan pinjaman harus memenuhi 5C, yaitu :
Bagi perbankan dan jasa keuangan lainnya, nasabah yang akan mengajukan pinjaman harus memenuhi 5C, yaitu :
1. Character, menyangkut komitmen dan track record Anda.
2. Capital, berapa besar dana pribadi yang Anda keluarkan untuk mengembangkan usaha, struktur pemodalan (berapa jumlah modal awal yang disetor, dan laba yang terakumulasi menjadi modal), komposisi kepemilikan modal usaha (siapa saja pemilik modal, siapa pemodal jaminan, dan apakah pemodal juga menjadi pengurus perusahaan), dan modal aset, yang terdiri atas tangible asset (tanah, bangunan, mesin, stock, dll.) dan intangible asset (merek, goodwill, nama baik, dll.).
3. Capacity, yang dinilai antara lain: bagaimana tren hasil penjualan (naik, turun, atau stagnan), struktur biaya (fixed cost, variable cost), perbandingan biaya dan pendapatan, hutang dan tagihan (lebih besar, lebih kecil, atau setara), proyeksi arus kas (surplus atau defisit), tenaga kerja (tetap atau kontrak, bagaimana skill dan pengalamannya), hingga kapasitas produksi (jumlah produksi per hari, apakah sesuai dengan penjualan).
4. Condition. Meliputi perijinan usaha, kondisi industri sejenis (apakah berisiko kecil, menengah, atau tinggi), prospek usaha, situasi persaingan (apakah menjadi market leader, market follower, niche market, atau single fighter), dan ini yang terpenting: apa selling point atau keunikannya (apakah mudah ditiru, atau sulit ditiru, dan sampai kapan berlangsung).
5. Collateral. Apakah ada jaminan dari pinjaman cepat atau pinjaman usaha tsb, baik yang bersifat tangible (cash, stock, peralatan, kendaraan, dan yang sifatnya tidak bergerak seperti tanah dan bangunan), intangible (personal guarantee, company guarantee, asuransi kredit, asosiasi/koperasi penjamin, dll.).
sumber: http://majalahwk.com/artikel-artikel/keuangan/357-artikel-artikel.html
Langganan:
Postingan (Atom)